Analisis Penerapan Stándar Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Di Ruang Penyakit Syaraf RS. Xxx Tahun 2007

Standar Asuhan keperawatan merupakan norma atau penegasan tentang mutu pekerjaan seorang perawat yang dianggap baik, tepat dan benar, yang dirumuskan sebagai pedoman pemberian asuhan keperawatan serta merupakan tolak ukur dalam penilaian penampilan kerja seorang perawat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Ruang Penyakit Syaraf RS. Xxx, dan area penelitian ini adalah manajemen keperawatan dengan sumber informasi Kepala Ruang Syaraf, Perawat Ruang Syaraf . Penelitian dilakukan selama 2 minggu di bulan Juni tahun 2007
Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, melalui metode wawancara mendalam dan observasi partisipasi, yang dianalisis dalam bentuk matrik.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Ruang Penyakit Syaraf RS. Xxx belum dilakukan secara maksimal. Pemeriksaan fisik belum dilakukan secara mandiri, belum berkembangnya diagnosa keperawatan yang benar-benar sesuai dengan keadaan pasien, belum sesuainya perencanaan keperawatan dengan diagnosa keperawatan, pelaksanaan tindakan keperawatan belum sepenuhnya mempunyai tujuan dalam pemenuhan kebutuhan pasien, serta evaluasi belum dilakukan berdasarkan diagnosa keperawatan.
Penerapan Standar Asuhan Keperawatan bisa terlaksana secara maksimal, apabila adanya kesadaran serta pengetahuan perawat yang baik, adanya pengawasan serta adanya penghargaan dan sangsi yang disesuaikan dalam pelaksanaan standar asuhan keperawatan.

Daftar Pustaka : 24 (1993-2007)

Analisis Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Puskesmas Xxx.

Bayi yang berumur 0 sampai 6 bulan mutlak memerlukan ASI karena memenuhi 100% kebutuhan bayi akan zat gizi, setelah berumur 6 bulan bayi memerlukan lebih banyak zat gizi dan ASI hanya menopang 60-70% kebutuhan gizi kepada bayi sehingga bayi memerlukan makanan pendamping lain.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam tentang perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Puskesmas Xxx selama bulan Juli sampai dengan bulan Agustus Tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, informasi yang didapat dengan FGD (Focus Group Discussion) sebanyak 6 orang dan Wawancara Mendalam (WM) sebanyak 2 orang. Informasi dianalisis secara manual, keabsahan informasi dengan Triangulasi sumber dan Triangulasi metode.
Dari hasil penelitian di dapatkan sebagian besar informan yang telah mendapatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif mengetahui cara pemberian ASI Ekslusif dengan benar, sedangkan informan yang tidak mendapatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif tidak mengetahui cara pemberian ASI Eksklusif dengan benar karena kurangnya pengetahuan informan. Penelitian ini diharapkan kepada petugas dan kader di Puskesmas Xxx dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada informan dalam pemberian ASI Eksklusif dengan benar.

Daftar Pustaka : 16 (1991-2005)

Analisis Pengelolaan Limbah Imunisasi Puskesmas Xxx.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan medis hingga rawat jalan, termasuk kegiatan imunisasi yang saat ini dilakukan dalam skala besar. Puskesmas menghasilkan limbah yang bersifat spesifik yakni infeksius dan tajam. Limbah dari sarana pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, dll) termasuk ke dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah Imunisasi Puskesmas Xxx di Kecamatan Xxx tahun 2008. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan pengelolaan limbah Imunisasi di Puskesmas Xxx. Sampel diambil secara purposif yang didasarkan pada pertimbangan tertentu yang diinginkan peneliti yaitu petugas yang bertanggung jawab memegang program imunisasi yaitu juru imunisasi dan pelaksana imunisasi serta petugas yang bertanggung jawab dalam kebersihan puskesmas.
Dalam pengelolaan limbah imunisasi, Puskesmas Xxx telah melakukan identifikasi jenis limbah yaitu limbah medis (tajam) dan non medis kemudian dilakukan pemisahan/pemilahan terhadap jenis limbah dengan menggunakan wadah yang memenuhi persyaratan kesehatan. Setelah dilakukan pemisahan kemudian dikumpulkan sesuai dengan jenis limbah medis dan non medis. Untuk limbah medis (tajam) ditampung di safety box, sedangkan limbah non medis ditampung di kontainer khusus warna kuning. Untuk penanganan limbah medis (tajam) petugas puskesmas tidak menggunakan sarung tangan, baju pelindung dan sepatu dan juga pengangkutan limbah pihak puskesmas tidak menggunakan alat angkut. Dalam melakukan pembuangan, untuk limbah medis (tajam) di buang di tempat pembuangan khusus yaitu pipa sepanjang 1,5 m ditanam ke dalam tanah kemudian ditutup, sedangkan limbah non medis dengan menggunakan landfill kemudian dibakar.
Agar tidak memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat sekitar dan lingkungan puskesmas, disarankan kepada pihak puskesmas melakukan perbaikan terhadap penanganan dan pengangkutan limbah. Kepada pihak Dinas Kesehatan agar lebih berperan aktif memberikan masukan, pengarahan dan pengawasan dalam hal pengelolaan limbah terhadap puskesmas yang ada di tingkat kabupaten/kota.

Analisis Kinerja Perawat yang Memberikan Asuhan Keperawatan serta Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya di Ruangan Raflesia RS Tali Asih Xxx.

Pelayanan keperawatan diberikan dalam berbagai tempat pelayanan kesehatan, yang paling sering dijumpai adalah di rumah sakit. Asuhan keperawatan merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan. Tentunya asuhan keperawatan ini tidak dapat dipisahkan dengan proses keperawatan. Proses keperawatan merupakan cara sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama pasien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian, penentuan diagnosis, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, serta pengevaluasian hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pada pasien dan berorientasi pada tujuan dan tentunya setiap tahap saling bergantung dan berhubungan.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang kinerja perawat yang memberikan asuhan keperawatan serta beberapa faktor yang mempengaruhinya di Ruangan Raflesia RS Tali Asih Xxx. Penelitian ini mengunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pengetahuan, pelatihan, SAK, supervisi, fasilitas, model asuhan, motivasi dan hubungan yang mempengaruhi kinerja perawat.
Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh bahwa belum adekuatnya kinerja perawat; pelatihan, SAK, fasilitas, model asuhan dalam mempengaruhi kinerja perawat di Ruang Raflesia RS Tali Asih Xxx. Supervisi sudah dilakukan dan bersifat insidentil. Motivasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara internal dan eksternal.
Seyogyanya pihak rumah sakit dapat lebih meningkatkan lagi pengetahuan perawat, serta memberikan pelatihan-pelatihan yang kontinuitas tentang asuhan keperawatan. Serta fasilitas yang berhubungan dengan pemeriksaan penunjang untuk dipenuhi. Selain itu, model tim yang diterapkan akan sangat efektif, jikalau rasio tenaga keperawatan-pasien proporsional sehingga tercapai pelayanan keperawatan paripurna yang bermutu dan berkualitas.

===========================

Analisis Peran Keluarga Terhadap Pelaksanaan Pengobatan Pasien TB Paru Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit xxx.

Tuberkulosis Paru (TB Paru) masih merupakan masalah kesehatan dunia. Mortalitas dan morbilitasnya terus meningkat, tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Pelaksanaan program pemberantasan yang selama ini dijalankan di unit pelayanan kesehatan belum memperlihatkan hasil yang bermakna. Selama fase pengobatan awal, ketaatan pasien untuk minum obat mungkin masih baik tetapi sering kali pasien merasa jenuh dengan waktu pengobatan yang lama. Peran keluarga sangat penting dalam pelaksanaan pengobatan pasien TB Paru untuk meningkatkan angka kesembuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai peran keluarga terhadap pelaksanaan pengobatan pasien TB Paru di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Xxx. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dimana informasi yang didapatkan dengan melakukan Focused Discussion Group kepada keluarga pasien TB Paru dan wawancara mendalam dengan pasien TB paru dan perawat pelaksana.
Dari hasil penelitian didapatkan peran keluarga sebagai pemberi perawatan adalah cukup baik, peran keluarga sebagai pendidik adalah sebagian besar cukup baik namun keluarga belum mengajarkan penderita tidak membuang dahak sembarangan. Sedangkan peran keluarga sebagai konselor sudah baik.
Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang pelaksanaan pengobatan TB Paru. Dan diharapkan keluarga dapat meningkatkan perannya dalam hal mengawasi minum obat, periksa ulang dahak, mengajarkan pola hidup sehat misalnya tidak membuang dahak sembarangan, selain itu juga diharapkan agar keluarga dapat memberikan semangat dan dukungan pada pasien agar mau berobat teratur sehingga dengan adanya dukungan pasien merasa diperhatikan untuk sembuh.

Daftar Pustaka: 16 (1998-2008)

Analisis Perawatan Pasien Pre Dan Post Seksio Sesarea Di Rumah Sakit Anak Bersalin (RSAB) Sahabat Ibu Kota Xxx.

Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien merupakan bentuk pelayanan profesional yang mempunyai tujuan untuk membantu pasien dalam pemulihan dan peningkatan kemampuan diri pasien melalui tindakan pemenuhan kebutuhan pasien secara komprehensif dan berkesinambungan sampai pasien mampu untuk melakukan kegiatan rutinitasnya tanpa bantuan. Peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan pre dan post sectio caesar dilaksanakan agar dapat membantu pasien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan pasien, tentang gejala penyakit yang dideritanya, tentang tindakan yang akan di berikan kepada pasien, tentang hal-hal yang akan dialami pasien selama perawatan pre dan post sectio caesar, sehingga pasien dapat menggambarkan tindakan-tindakan yang akan terjadi pada dirinya dan bagaimana cara menghadapinya, serta terjadi perubahan perilaku dari pasien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perawatan pasien pre dan post seksio sesarea dengan pelayanan perawat di Rumah Sakit Anak Bersalin Sahabat Ibu Kota Xxx. Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional.
Dari hasil penelitian didapatkan peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan pada pasien pre operatif secsio caesar sebagian besar melakukan (60,0 %) dan post operatif (70,0%) sedangkan peran perawat sebagai pendidik pada pasien pre operatif sectio caesar sebagian besar melakukan (70,0%) dan sesudah operatif (80,0%)
Diharapkan RSAB Sahabat Ibu dapat mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan terutama pada peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dan sebagai pendidik, kususnya peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan lebih mengutamakan tindakannya, karena masih ada kegiatan yang tidak dilakukan oleh perawat. Membuat protap (prosedur tetap) yang baku bagi perawat yang berisi tentang kegiatan perawat dalam melayani pasien seksio sesarea, perawat dapat meningkatkan pelatihan tentang pentingnya peran perawat terhaadap perawatan pasien seksio sesarea.

Daftar Pustaka : 31 (1996 – 2005)

Analisis Kepatuhan Penderita TBC Dalam Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Dengan Strategi DOTS di Puskesmas xxx.

Program penanggulangan TBC di Indonesia telah berhasil dan memberikan kesembuhan yang tetap sejak tahun 2001. Setiap tahun rata-rata bertambah 250.000 kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kasus kematian per tahunnya disebabkan oleh TBC. Indonesia telah mencapai kemajuan yang pesat dalam hal peningkatan penemuan kasus TBC menular sebesar 51,6%, pada saat yang sama hasil ini memperlihatkan hanya setengah dari penderita TBC yang dapat diobati di Puskesmas seluruh Indonesia. Tantangan berikutnya adalah terjamin berjalannya rujukan antara Puskesmas, BP4 dan rumah sakit dalam pengobatan TBC dengan strategi DOTS.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang kepatuhan penderita TBC dalam minum OAT dengan strategi DOTS di Puskesmas Xxx Kabupaten ..... tahun 2007. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Xxx pada minggu kedua sampai minggu keempat bulan Juni tahun 2007, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi didapatkan melalui wawancara mendalam dengan key informan, PMO dan FGD pada penderita TBC serta observasi. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, sikap, tindakan, peranan petugas kesehatan, peranan PMO dan motivasi. Analisis informasi dengan mencatat, merekam dalam tape recorder dan dianalisis secara manual, setelah itu kriteria matrik yang dikelompokkan sesuai dengan pertanyaan dan tujuan peneliti.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi dari wawancara mendalam baik dengan key informan dan pada PMO serta terhadap FGD sebagai penderita yang berkaitan dengan penyebab, gejala, pengobatan, penularan dan pencegahan penyakit TBC serta kepatuhan penderita TBC dalam minum OAT dengan strategi DOTS di Puskesmas Xxx kabupaten ..... sudah baik.
Dalam rangka meningkatkan kepatuhan penderita TBC dalam minum OAT dengan strategi DOTS di Puskesmas Xxx kabupaten ...... Kepada petugas untuk meningkatkan kinerja, khususnya pemantauan PMO dalam pengawasan terhadap penderita TBC dan meningkatkan penyuluhan dengan pemanfaatan media massa tertulis maupun media elektonik.

Daftar Pustaka : 26 (1992-2007).

Analisis keberhasilan program kesehatan keluarga (Kesga) tentang cakupan K1 dan K4 di Puskesmas Xxx.

Pemeriksaan kehamilan (ANC) merupakan pemeriksaan untuk mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Diharapkan pada saat proses persalinan ibu hamil akan mampu menghadapi persalinan, masa nifas, dan persiapan memberikan ASI, serta mengembalikan kesehatan reproduksi secara wajar. Target pencapaian pemeriksaan kehamilan khususnya K1 dan K4 tahun 2010 di Indonesia yaitu 95% untuk K1 dan 90% untuk K4 dan pencapaian K1 dan K4 di Puskesmas xxx untuk tahun 2006 adalah 105,9% untuk K1 dan 99,8% untuk K4.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan program kesehatan keluarga (Kesga) tentang cakupan K1 dan K4 di Puskesmas xxx tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Jumlah keseluruhan informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang, yaitu 4 orang ibu hamil, 2 orang petugas kesehatan, 1 orang kader posyandu dan 1 orang penggerak PKK. Informasi diperoleh dengan cara merekam menggunakan tape recorder, dicatat dan dibuat matrik.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan program kesehatan keluarga tentang cakupan K1 dan K4 adalah ibu-ibu tersebut sudah mempunyai kesadaran yang tinggi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini didukung dengan adanya petugas kesehatan dan kader posyandu yang selalu memberikan motivasi kepada ibu-ibu hamil tersebut untuk melakukan ANC dan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Disiplin Kerja Perawat Pada Penerapan Kewaspadaan Universal

Disiplin kerja perawat terhadap penerapan kewaspadaan universal sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala ruangan. Dimana kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, memotivasi dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan tersebut (Aditama, 2003).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala ruangan yang melatarbelakangi disiplin kerja perawat dalam upaya penerapan kewaspadaan universal di Bangsal Irna RS xxx. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2008 di RS xxx. Dengan informan 1 orang kepala ruangan dan 3 orang perawat di Bangsal Irna RS. Pelabuhan Palembang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruangan adalah gaya kepemimpinan demokratis. Hal ini tercermin dari wewenang kepala ruangan, cara pengambilan keputusan, pengawasan, komunikasi dan sikap kepala ruangan dalam menegakkan disiplin kerja perawat pada penerapan kewaspadaan universal. Namun, gaya kepemimpinan demokratis yang diterapkan oleh kepala ruangan belum bisa meningkatkan disiplin kerja perawat dalam menerapkan kewaspadaan universal. Oleh karena itu, hendaknya kepala ruangan lebih tegas lagi terhadap perawat yang tidak menerapkan kewaspadaan universal demi meningkatkan disiplin kerja perawat dalam menerapkan kewaspadaan universal yakni kepala ruangan harus menerapkan gaya kepemimpinan otokratis. Hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa perawat belum sepenuhnya mengetahui secara rinci tentang penerapan kewaspadaan universal dan kegiatan pokok kewaspadaan universal, dalam tindakan perawat belum melaksanakan penerapan kewaspadaan universal dengan maksimal serta belum adanya pelatihan ataupun pembinaan pada perawat terhadap penerapan kewaspadaan universal secara khusus mengakibatkan kurangnya kesadaran perawat untuk menerapkan kewaspadaan universal secara maksimal.

Guna meningkatkan kesadaran perawat dalam penerapan kewaspadaan universal hendaknya kepala ruangan lebih memperhatikan lagi penerapan gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja perawat pada penerapan kewaspadaan universal dan perlu diadakannya pelatihan–pelatihan secara khusus tentang penerapan kewaspadaan universal untuk meningkatkan kesadaran perawat dalam menerapkan kewaspadaan universal sehingga akan tercipta pelayanan keperawatan yang bermutu, karena kualitas sebuah Rumah Sakit dilihat dari mutu pelayanan keperawatan yang diberikan.

Daftar Pustaka : 16 (1998-2008)

**************************

Membutuhkan Materi Keperawatan (word, ppt, pdf) + 50 Jurnal + 30 ebook, hanya ada di http://adzra.com

Analisis Motivasi Kerja Perawat di Irna Bedah Rumah Sakit xxx.

Tenaga perawat yang merupakan “The caring profession” mempunyai kedudukan penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena pelayanan yang diberikannya berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual merupakan pelayanan yang unik dilaksanakan selama 24 jam. Untuk mendapatkan hasil produk keperawatan dan pelayanan yang berkualitas diperlukan perawat yang mempunyai motivasi tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan informasi bahwa belum optimalnya motivasi yang berikan pihak Rumah Sakit dalam hal pelatihan, penghargaan, supervisi, insentif, kondisi kerja, dan hubungan interpersonal.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang dalam mengenai motivasi kerja perawat di Irna Bedah RS xxx tahun 2008. Penelitian ini mengunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan ini untuk memperoleh informasi mendalam mengenai kebijakan rumah sakit dalam pelatihan, penghargaan, pengawasan, dana insentif, kondisi kerja, dan hubungan interpersonal, kemudian melihat gambaran kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa pihak Rumah Sakit belum secara optimal memberikan motivasi kepada perawat baik dalam hal kebijakan untuk pelatihan, pemberian penghargaan, insentif, dan kondisi kerja yang kurang mendukung. Supervisi sudah dilaksanakan dan hubungan interpersonal terjalin dengan baik, tetapi pendokumentasian asuhan keperawatan masih belum diterapkan secara optimal.
Hendaknya pihak rumah sakit dapat meningkatkan pemberian motivasi kepada perawat sebagai stimulus bagi mereka sehingga kinerja yang dihasilkan pun akan lebih baik, dan akan tercapai pelayanan keperawatan yang berkualitas.

Daftar pustaka : 28 (2000-2008).

***************************

Entri Populer